Bismillahirrahmanirrahiim.
Kali ini tugas NHW2 agak sulit untuk saya pribadi yang belum menikah. Namun setidaknya tugas ini memberikan gambaran lebih jauh lagi dalam menentukan tujuan keluarga yang akan dibangun. Secara keseluruhan saya memberi nama konsep keluarga ini sebagai keluarga yang "kaffah" terutama dalam hal menerapkan prinsip Islam dengan kecintaan yang tulus didalamnya. Tentunya sebuah target ada baiknya lebih spesifik, terukur, bisa diraih, realistik dan berjangka. Maka kali ini saya berusaha untuk memecah konsep "kaffah" yang masih bersifat general di benak saya.
Sebagai Individu, saya memiliki target yang cenderung untuk dijadikan "habit" dimana sukses atau tidaknya dilihat dari frekuensi per minggu (maksimal miss 3x).
1. Membiasakan bangun dua jam sebelum shubuh, dan melakukan rangkaian kegiatan "me-Rabb time".
2. Mentargetkan rampung hafalan 1 halaman baru setiap subuh.
3. Melengkapi sunnah Rawatib & Dhuha dalam sehari.
4. Melakukan olah raga (sambil melantunkan Al-Matsurat) setelah subuh sampai muncul matahari.
5. Berbenah diri dan rumah, serta menyiapkan sarapan maksimal jam 07.00 pagi.
6. Membiasakan shaum sunnah senin kamis.
7. Membiasakan sedekah dimanapun pada mustahiq, menyiapkan kencleng sebagai penampung jika dalam sehari tidak menemukan mustahiq.
8. Rutin tadarus+tadabbur tafsir Ibnu Katsir 1 Halaman setiap ba'da maghrib.
9. Mengisi waktu luang dengan buku bacaan Islam dan pengobatan.
10. Meluruskan niat disetiap aktivitas (dengan do'a), dawam wudhu & dzikir.
Sebagai Istri (belum), bagi saya ada target yang bersifat manajerial dan ada target yang bersifat penyempurnaan akhlaq.
1. Target Manajerial:
a. Sebagai "Koki"
-Menentukan jadwal menu: Senin & Kamis shaum (menu saur/buka menyesuaikan
keinginan suami/anak), Selasa & Jum'at menu sunnah (menyesuaikan pola menu
makan rasulullah saw), Rabu menu "hijau", Sabtu & Minggu (menu kreasi bersama
pasangan/anak).
-Memperhatikan pola/jam makan suami & anak.
-Menyiapkan bekal makan & minum jika perlu.
-Memperhatikan nilai gizi makanan (berat dan ringan seperti buah).
b. Sebagai Bendahara/ Pengelola Keuangan
-Mengutamakan 2 pos utama yang sering terlupa sebelum terpakai: 10% sedekah,
10-20% menabung.
-Membagi pos kebutuhan menggunakan amplop yang terbagi untuk: Keperluan
Rumah Tangga, Uang saku suami, Uang saku istri, Uang saku anak, Uang pendidikan
(pendidikan formal untuk anak dan buku tambahan).
-Menentukan skala prioritas penggunaan dana RT (pangan, papan, listrik,
pulsa/kuota sebagai sumber informasi & komunikasi, kebersihan)
-Menghindari "boros & sia2", selalu menggunakan nalar (bukan nafsu) saat membeli
sesuatu.
c. Sebagai "Pelayan"
-Selalu memohon dipeliharakan cinta oleh Allah (manajerial cinta), dengan
mengutamakan ridho Allah diatas apapun (juga dengan meraih ridho suami).
-Menahan diri untuk keluar rumah selama bukan hal yang darurat.
-Mengatur waktu sedemikian rupa agar semua pekerjaan RT selesai sebelum suami
pulang dan menyiapkan waktu 15-20 menit untuk "menyambut" kedatangannya
bersama dengan anak2 yang sudah rapi (membiasakan anak untuk ta'dzim sekaligus
akrab pada ayahnya).
-Tidak melepaskan perhatian lebih saat suami baru pulang dan baru bangun
(menyiapkan hal yang dia sukai).
-Mengatur kondisi hati terbaik/positif saat suami di rumah.
-Mengatur waktu untuk menolong keuangan dengan kerja part time atau bisnis yang
bisa dikerjakan).
-Pandai berdandan dan "mendandani" dengan belajar memotong/memangkas
rambut.
2. Penyempurnaan AkhlaqMengusahakan untuk istiqamah dengan sifat qanaah, taat, melindungi diri dari
tangkapan pandangan serta pendengaran suami dengan berbuat yang tidak ia sukai
(buruk), memperhatikan pola waktu makan & tidur suami (inisiatif), menjaga hubungan
dengan keluarga suami, tidak melanggar/mempertanyakan perintah suami, memiliki
wajah ceria, sedekah dengan izin suami, berbagi dengan tetangga (jalin
silaturahmi), dan membiasakan kata "maaf" dan "terimakasih" (untuk menjamin ridho
suami sebelum tidur).
Sebagai IBU, selain yang telah disebutkan di atas (pelayanan keluarga) yaitu sebagai pendidik. Saya menyusunnya dalam rangkaian tema per hari (Practice base) untuk mempermudah "focus point" sebagai berikut:
Minggu: Hari Kreativitas, dengan beragam crafting bermanfaat dan menghibur.
Senin : Hari Bijak, dengan cerita2 teladan.
Selasa : Hari Santun/Akhlaq, dengan mendampingi anak berlatih bersilaturahmi.
Rabu : Hari Pintar, dengan melatih unsur logika & pengetahuan.
Kamis : Hari Internasional, dengan melatih penggunaan bahasa global (memudahkan
dalam menggali ilmu yang lebih luas dan dalam)
Jum'at : Hari Qur'an, dengan melatih hikmah Qur'an serta unsur2 yang mempercantik
keberadaan Al-Qur'an (mengajarkan tahsin & tilawah misalnya).
Sabtu : Hari Hobi, opsional untuk kegiatan pribadi masing2 atau bersama2 (kalau
hobinya kebetulan sama).
Meski begitu bukan berarti tidak diajarkan di hari lain, hanya berbeda penekanan.Tema tersebut untuk memudahkan penekanan makna bagi orangtua dan anak sehingga mudah dipahami. Unsur ilmu wajib seperti fiqih dan tauhid tentunya harus ditanamkan setiap hari.
Saya paham apa yang saya tuliskan ini sangat membutuhkan keseriusan dan pertolongan Allah dalam pelaksanaannya. Setidaknya dengan tugas NHW#2 ini, saya menjadi sadar dan paham indikator habit dalam membentuk keluarga "kaffah" dan tentunya sakinah mawaddah. Semoga Allah menolong semua rencana dan target kita, baik yang sudah atau belum berkeluarga (seperti saya).
:)
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar