Jumat, 18 November 2016

Silmi/NHW#5 Matrikulasi Batch 2 IIP Bandung

Bismillahirrahmaanirrahiim

Berbicara soal pendidikan ada sebuah desain yang harus dirampungkan. Pada tugas kali ini, saya akan memaparkan "Belajar Cara Belajar" ala pribadi berdasarkan pengalaman dan buku yang saya baca (rujukan: Ta'lim Muta'lim). Dari semua rancangan yang paling utama ialah meluruskan niat untuk belajar, semoga Allah arahkan hati kita untuk selalu "lillah". Menghadirkan rasa cinta pada ilmu tersebut, menunjukan minat dan berbaik sangka dalam berusaha memahami ilmu tersebut. Minat bisa dimunculkan dengan pertanyaan 5W+1H (why, how, what, when, where, who).

Poin Kognitif
Karena sebagian besar rancangan belajar ini mencakup nilai kognitif dan praktis, maka hal yang pertama saya perhatikan adalah menghafalkan/ mengingat ilmu yang sudah dipelajari. Hal-hal yang dapat memperkuat hafalan yang dituturkan dalam buku Ta'lim Muta'lim karya Asy-Syeikh Az-Zarnuji diantaranya: rajin belajar secara berulang, mengurangi makan (sesuai sunnah rasul saw, makan setelah lapar berhenti sebelum kenyang), menjauhi barang syubhat/ wara', shalat malam dan membaca Al-Qur'an. Adapun hal yang merusak hafalan: banyak berbuat maksiat, suuzhon, menghawatirkan soal harta dan terlalu banyak bekerja.

Selanjutnya mengurutkan pengetahuan yang ingin dipelajari dari yang mudah ke yang sulit. Namun saya pribadi memandang mudah tidaknya sebuah ilmu tergantung pada minat dan kebutuhan di saat tersebut. Seperti saat ini, saya sedang memprioritaskan ilmu parenting karena sedang difasilitasi untuk mempelajarinya dan diberikan ruang untuk menguji pemahaman pribadi melalui tugas ini. Dampak positifnya saya dapat lebih mudah paham tentang tema tersebut. Di sisi lain dampak negatifnya ketika kehilangan stimulus (mood), saya cenderung beralih ke tema lain. Maka solusi yang saya bisa pikirkan dan sudah saya lakukan adalah membatasi keinginan membaca buku yang tidak berkaitan dengan tema parenting yang sedang saya konsep untuk sementara waktu sampai tuntas mempelajari satu tema. Meski pekan depan ada niat untuk mempelajari ilmu Thibbun Nabawi, ini bagian dari rancangan pembelajaran yang sudah saya cantumkan di tugas NHW sebelumnya.

Setelah itu menentukan mentor/ guru dalam proses pembelajarannya. Alhamdulillah, insyaAllah sudah ada figur yang bisa saya jadikan guru meski secara virtual dan tidak berkomunikasi secara langsung seperti dalam program IIP ini.

Media pembelajaran yang paling efektif untuk saya pribadi adalah video. Kalaupun dengan media buku, akan lebih efektif jika saya menyampaikan ulang secara verbal atau nonverbal.

Poin Praktis
Untuk ilmu parenting sendiri, alhamdulillah saya berkesempatan menjadi guru pengganti cuti yang menangani anak TK, SD dan SMP. Sehingga bisa diaplikasikan dalam ruang belajar. Tentunya, masih sangat sedikit yang saya aplikasikan. Jam terbang sangat memegang kendali dalam pemahaman poin praktis.

Adapun cara belajar anak, menyusul sesuai kebutuhan ilmunya insya Allah.









  





Tidak ada komentar:

Posting Komentar